Selasa, 14 Mei 2013

Mengenal ISO pada kamera

Dalam fotografi digital sekarang ini ISO mengukur sensitifitas dari sensor kamera. Prinsip yang digunakan sama dengan apa yang berlaku pada kamera film, semakin rendah angka ISO maka semakin rendah juga tingkat ke sensitifan kamera terhadap cahaya, dan semakin sedikit noise yang dihasilkan. Pengaturan ISO tinggi biasanya digunakan untuk mendapatkan kecepatan rana yang cepat pada kondisi ruangan yang kekurangan cahaya atau gelap. 

Disamping ini adalah contoh foto menggunakan ISO 100-12800. Semakin tinggi ISO yang digunakana semakin banyak noise yang dihasilkan.


ISO 100 pada umumnya diterima sebagai ukuran ISO yang normal dan akan memberikan hasil yang memuaskan, sedikit noise. Kebanyakan orang lebih memilih untuk mengatur ISO pada kamera mereka dengan "Auto Mode", dimana kamera akan menentukan pengaturan ISO yang tepat berdasarkan kondisi pada saat pemotretan. Tetapi kebanyakan kamera juga memfasilitasi anda untuk menentukan pengaturan ISO anda sendiri. 

Ketika anda ingin memiliki kendali penuh pada kamera, dan lebih memilih pengaturan ISO secara manual, anda akan menjumpai bahwa itu akan berpengaruh terhadap Diafragma dan Shutter Speed dan pengaturan ketiganya harus diselaraskan untuk mendapatkan exposure yang tepat. Contoh : Jika anda ingin meninggikan ISO dari 100 ke 400, maka anda akan mendapatkan Shutter Speed yang lebih atau Diafragma yang lebih kecil.

Ketika memilih pengaturan ISO, alangkah baiknya menanyakan hal-hal dibawah ini pada diri anda sendiri :
  1. Cahaya. Apakah objek foto cukup cahaya?
  2. Noise.  Apakah anda ingin foto yang sedikit Noise atau banyak Noise?
  3. Tripod. Apakah anda sedang menggunakan tripod?
  4. Objek gerak. Apakah objek foto anda bergerak atau diam
Jika anda berada dalam kondisi kurang cahaya, dan memang menginginkan nuansa noise, tidak menggunakan tripod atau objek foto anda bergerak, sebaiknya anda mempertimbangkan untuk meninggikan ISO yang berdampak pada kecepatan Shutte Speed yang lebih tetapi masih terexpose dengan baik. Konsekuensi dari meninggikan ISO ini tentu foto anda akan lebih banyak Noise.

ISO merupakan aspek penting dalam fotografi digital dan untuk lebih memahaminya, anda harus menguasai bagaimana melakukan pengaturan pada kamera anda. Lakukan percobaan atau eksperimen dengan memotret menggunakan pengaturan ISO yang berbeda, lihat bagaimana dampak dari foto-foto anda.

Rabu, 08 Mei 2013

Mengenal Shutter Speed pada Kamera

Apa yang dimaksud dengan Shutter Speed?

Shutter Speed bagi kebanyaka orang Indonesia diartikan secara bahasa sebagai kecepatan rana, yaitu berapa lamanya shutter terbuka. Pada era fotografi film, Shutter Speed diartikan sebagai lamanya film di expose ke objek yang di foto. Deskripsi ini sama dengan era fotografi digital, dimana Shutter Speed merupakan berapa lamanya sensor melihat subyek yang akan diambil gambarnya.

Dibawah ini saya mencoba untuk mengulas Shutter Speed ke dalam berapa bagian, semoga mudah dimengerti oleh sobat-sobat yang baru mengenal fotografi.


  • Shutter Speed diukur dalam detik, atau pada kebanyakan kasus digunakan dalam sepersekian detik. Semakin besar penyebut atau pembagi, makan akan bertambah kecepatannya (contoh: 1/1000 jauh lebih cepat dibanding 1/30)

  • Jika anda menggunakan slow Shutter Speed (lebih rendah dari 1/60) anda akan membutuhkan sebuah tripod atau fitur-fitur seperti image stabilization (kamera & lensa baru biasanya memiliki fitur ini)

  • Pengaturan Shutter Speed yang tersedia di kamera anda biasanya berupa kelipatan. (contoh : 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/15, 1/8, dan seterusnya). Kelipatan pada pengaturan Shutter Speed mudah diingat.

  • Beberapa kamera digital terdapat fitur yang memudahkan anda untuk memotret dengan Shutter Speed yang sangat lambat. Tidak ada pembagian detik, tetapi diukur dengan satuan detik yang bulat. (contoh : 1 detik, 10 detik, 30 detik, dan seterusnya). Pengaturan ini digunakan pada ruang atau kondisi yang sangat gelap atau ketika anda memang sengaja membuat efek ketika merekam pergerakan dari sebuah objek. Beberapa kamera juga menyediakan fitur/ mode memotret dengan "B" (atau yang sering disebut dengan "BULB"). Mode Bulb memungkinkan seorang fotografer untuk tetap membuka Shutter selama yang dia mau.


untuk mendapatkan lampu kendaraan yang berbentuk garis maka gunakan Speed lambat. Pada speed lambat, anda harus membuat kamera tetap diam untuk menghindari blur. Anda dapat menggunakan tripod atau alat bantu lainnya.
Anda juga dapat menggunakan fitur "BULB" yaitu mengatur supaya sensor menangkap objek sama lamanya dengan seberapa lama kita menekan tombol Shutter.



  • Ketika mempertimbangkan setting Shutter yang akan digunakan untuk memotret, alangkah baiknya anda menanyakan pada diri anda sendiri, apakah objek potret itu bergerak? dan bagaimanakah anda ingin merekam pergerakan tersebut. Jika terdapat pergerakan pada objek foto, anda harus memutuskan apakah akan membekukan pergerakan atau memberi efek pergerakan dengan blur.

  • Untuk membekukan atau Freeze pergerakan objek pada sebuah foto, anda sebaiknya menggunakan Shutter Speed yang cepat dan untuk merekam pergerakan yang berbayang, anda sebaiknya menggunakan Shutter Speed yang lambat. Kecepatan yang anda pilih mungkin akan beragam, tergantung dari kecepatan subjek ketika pemotretan serta bagaimana bayangan blur yang anda inginkan.

  • Motion dari sebuah pergerakan tidak selalu jelek. Diantara fotografer pemula mungkin ada yang selalu memotret dengan menggunakan Shutter Speed kecepatan tinggi. Mereka terkadang tidak mengerti mengapa orang menyukai foto yang berbayang atau blur. Ada kalanya motion pergerakan itu tampak indah dan bagus. (contoh : ketika anda memotret sebuah air terjun dan ingin menonjolkan seberapa cepat air itu mengalir, atau ketika anda memotret sebuah balap mobil dan ingin memberikan nuansa kecepatan laju kendaraan). Dan anda juga akan membutuhkan tripod, jika tidak kemungkinan besar hasil foto anda akan rusak karena pergerakan kamera.

  • Focal Length & Shutter Speed. Hal lain yang harus dipertimbangkan dalam pengaturan Shutter Speed adalah penggunaan Focal Length lensa. Focal Length yang lebih panjang akan menyebabkan shake atau goncangan pada kamera, jadi untuk mengatasi hal itu, pilihlah Shutter Speed yang cepat (kecuali lensa anda memilik fitur image stabilization). Prinsip dasar penggunaan Focal Length pada lensa yang tidak memiliki fitu image stabilization adalah memilih Shutter Speed dengan pembagi yang lebih besar dari panjang Focal Length lensa. (contoh : anda memiliki lensa 50mm dan menggunakan Shutter Speed 1/60 masih bisa, tetapi jika anda menggunakan lensa 200mm setidaknya anda harus menggunakan kecepatan Shutter 1/250).

Peran Shutter Speed dalam Exposure 


Perlu diingat jika anda terlalu berkonsentrasi pada Shutter Speed dan tidak menghiraukan dua element lain dalam Exposure Triangle (Diafragma & Iso), percayalah itu bukan ide bagus. Ketika anda merubah Shutter Speed, maka otomatis anda harus merubah satu atau dua elemen tersebut sebagai kompensasinya. Contoh : jika anda mempercepat Shutter Speed sebanyak satu step (1/125 ke 1/250) itu berarti akan kehilangan setengah cahaya untuk masuk ke kamera, untuk menyimbangkan hal tersebut, anda butuh peningkatan Diafragma sebanyak 1 step (f16 ke f11), alternatif lain adalah dengan memilih ISO yang lebih tinggi ( dari 100 ke 400).

Selasa, 07 Mei 2013

Hunting foto Model with Fira.A.L

Nama Asli        : Fira A.L
Tanggal Lahir   : 9 july 1996
Tempat Lahir   : Jakarta
Zodiac             : Cancer


 



 


Mengenal Diafragma dalam Kamera

Apa itu Diafragma?

Diafragma adalah salah satu hal yang bisa membuat foto berdimensi. Berkat diafragma foto-foto ajaib bisa dihasilkan.

Untuk mempermudah, Diafragma adalah ukuran bukaan lensa saat foto diambil.

Bukaan? Ya, diafragma adalah sebuah lubang di dalam lensa. Lubang tempat masuknya cahaya ini bisa kita atur besarnya. Jika lubang semakin besar, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, begitu pula sebaliknya.

Jangan heran jika melihat angka-angka ini f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22, dan seterusnya. Ini adalah angka-angka yang mewakili besar kecilnya diafragma.

Yang perlu diingat adalah f/2.8 lebih besar dari f/16. Bergerak dari f/2.8 ke f/4 akan mengurangi cahaya satu f-stop. Urutan diafragma yang di highlight diatas adalah urutan standar dalam satu f-stop.

Yang sering membingungkan pemula adalah nilai angka yang kecil seperti f/2.8 adalah bukaan yang besar (dimana cahaya yang masuk lebih banyak). Ingat, f/2.8 adalah bukaan besar dan f/22 adalah bukaan kecil. Mungkin terlihat aneh, tapi lama kelamaan akan terbiasa. 


Diafragma dan Kedalam Ruang (Depth of Field)

Diafragma menentukan dimensi foto kita. Lebih tepatnya adalah pengaturan ke dalam ruang atau Depth of Field (DOF). Diafragma akan berpengaruh langsung terhadap DOF.

Diafragma yang besar (f/2.8) akan membuat DOF semakin tipis, diafragma ini sering digunakan untuk potrait photography. Karena dapat mengisolasi objek dengan background. Jika anda melihat foto potrait dengan background yang blur, maka dapat dipastikan sang fotografer menggunakan diafragma besar.

Lain halnya dengan foto landscape, fotografer memerlukan DOF yang lebar. Dari objek yang terdekat dengan kamera hingga kejauhan sebisa mungkin fokus. Inilah saatnya kita menggunakan diafragma yang kecil (f/22).

Untuk lebih memahami tentang difragma,hal yang paling utama dilakukan adalah melakukan eksperimen sendiri. Gunakan difragma secara kreatif, mungkin anda ingin mencoba memotret landscape dengan (f/2.8)? tidak masalah!!

Saya berharap sedikit pengenalan diafragma ini bisa bermanfaat. 

Salam Jepret.....


Sabtu, 28 Januari 2012

zubir Said pencipta lagu kebangsaan singapura yang merupakan warga negara Indonesia

Dialah orang Indonesia keturunan Minang yang mencipta lagu kebangsaan Singapura, Majulah Singapura. Salah satu lagunya yang dibuat untuk film Dang Anom bahkan memenangi penghargaan Festival Film Asia ke-9 di Seoul, Korea Selatan pada 1962.







oleh Rusdi Mathari

PESERTA PELATIHAN MEDIA CORP ASAL Indonesia terperangah dengan penjelasan Menteri Negara Senior Urusan Luar Negeri Singapura, Zainul Abidin Rasheed. Di tengah kunjungan peserta pelatihan ke Istana Kampong Gelam Singapura, Senin, Zainul yang berdiri di samping sebuah patung manusia menjelaskan asal-usul patung tersebut. Menurut Zainul, itulah patung Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang berasal dari Indonesia (Minang).

Kantor berita Antara, sayangnya tak menjelaskan bagaimana keterkejutan para peserta pelatihan asal Indonesia mendengar penjelasan Zainul itu kecuali hanya mengutip pernyataan Zainul. Menurut Zainul, Zubir Said telah memberikan kontribusi yang sangat berarti atau fundamental bagi Singapura yang didiami warga negara dari multi bangsa. Itu saja.

Bagi sebagian orang termasuk para peserta pelatihan itu, informasi Zainul mungkin memang mengejutkan meskipun berita itu sudah lama diketahui oleh sebagian yang lain. Dua tahun lalu, dalam acara yang sama yang juga mengundang peserta dari Indonesia, Zainul sebetulnya juga sudah menjelaskan hal serupa. Namun penjelasan Zainul tak terlalu menarik perhatian orang, rupanya, hingga muncul berita seperti di Antara pada 12 Mei 2008.

Siapa Zubir Said? Lahir di Bukit Tinggi pada 22 Juli 1907, Zubir adalah anak dari Mohamad Said bin Sanang. Zubir baru berusia 7 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Saudaranya berjumlah delapan; 3 laki-laki dan 5 perempuan. Sejak masa kanak, bakat Zubir bermain musik sudah terlihat ketika dia misalnya diketahui sangat piawai memainkan suling, gitar dan drum. Tak ada yang mengajari Zubir melainkan semuanya merupakakan bakat alam.

Sebelum merantau ke (pulau) Singapura pada 1928, Zubir diketahui pernah bersekolah di Belanda. Panggilan hatinya untuk bermusik, membuatnya meninggalkan Belanda meskipun pilihannya itu ditentang oleh sang ayah. Di Singapura, dia bergabung dengan Grup Bangsawan, sebuah kelompok opera yang para pemainnya berasal dari bangsa Melayu. Di kelompok itu Zubir tak bertahan lama, karena dia kemudian memutuskan bekerja untuk perusahaan rekaman His Master’s Voice pada 1936. Di perusahaan itulah, Zubir bertemu dengan Tarminah Kario Wikromo, perempuan Jawa yang dikenal sebagai penyanyi keroncong yang pada 1938 dipinangnya sebagai istri.

Zubir sebetulnya sempat pulang dan menetap kembali di Bukit Tinggi setelah menikah. Dia baru kembali ke Singapura pada 1941 dan terus menetap di sana hingga meninggal pada 1987. Masa kedua kehidupannya di Singapura, dia lewatkan dengan bekerja pada surat kabar Utusan Melayu sebagai fotografer dan penulis paruh waktu. Tujuannya semata agar dia punya kesempatan lebih banyak untuk bermain musik dan menuliskannya di surat kabar.

Karir musik Zubir mulai mentereng ketika pada 1957, untuk kali pertama karya musiknya dipentaskan untuk umum di Victoria Teater. Pada tahun berikutnya, Dewan Kota Singapura menetapkan salah satu komposisi Zubir sebagai lagu resmi kota Singapura. Lagu berjudul Majulah Singapura itulah yang belakangan kemudian ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Singapura ketika negara itu merdeka pada 9 Agustus 1965.

Sebelum kemerdekaan Singapura itu, Zubir sudah mencipta beberapa lagu termasuk untuk soundtrack film yang dibuat oleh Cathay Keris. Salah satu lagu yang dibuat Zubir untuk film Dang Anom bahkan memenangi penghargaan Festival Film Asia ke-9 di Seoul, Korea Selatan pada 1962. Beberapa komposer dan pengamat musik menilai karya Zubir sebagai lagu Melayu yang sebenarnya karena musiknya banyak berkaitan dengan sejarah dan nilai-nilai Melayu terutama Minang dan membangkitkan semangat kebangsaan pada 1950.

Sebelum penyakit kuning menderanya hingga dia meninggal pada 16 November 1987, Zubir diketahui telah membuat karya musik hingga 1.500 judul. Lagu-lagu itu belum seluruhnya dipublikasikan karena Zubir terlalu serius mengajar seniman-seniman muda tentang seni musik daripada mengurusi rekaman lagu-lagunya. Lagu-lagu ciptaan Zubir yang terkenal antara lain, Sang Rembulan, Sayang Disayang, Cinta, Selamat Berjumpa Lagi, Nasib Malang, Anak Daro, Setangkai Kembang Melati, dan Kumang dan Rama-Rama.

Sejak 2003, pemerintah Singapura merenovasi Istana Kampong Gelam. Itulah istana peninggalan Sultan Ali, anak Sultan Hussein Shah dari Kesultanan Johor-Riau, yang dibuat pada lebih kurang 167 tahun silam. Sebelum diresmikan sebagai museum dan dibuka untuk umum pada 4 Juni 2005, renovasi istana menelan Sin $ 17 juta. Zainul adalah wakil ketua Yayasan Warisan Malaysia yang antara lain membawahi Istana Kampong Gelam. Istana yang terletak di Taman Warisan Melayu Singapura itulah, antara lain dipajang patung Zubir Said.

Setiap tahun, Singapura mengundang para wartawan termasuk dari Indonesia untuk mengunjungi istana tersebut tapi rupanya wartawan dari Indonesia yang kali ini datang ke sana, baru kali ini tahu bahwa pencipta lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura adalah Zubir Said, orang Indonesia berdarah Minang. Belum ada penjelasan, apakah Zubir meninggal sebagai warga negara Singapura, atau tetap berkebangsaan Indonesia.

Selasa, 17 Januari 2012